Malam kemaren saya ngobrol sama ade ipar saya yang kebetulan nginep di rumah. Awalnya sih kita ngobrol tentang bisnis yang sedang kita jalani masing2. Aku tentang dBC Network ku yang terus kugeluti dan dia tentang bisnis Training SDM yang juga sedang dia geluti. Ngalor ngidul tentang bisnis masing2, dan intinya kami memang saling mendukung dan tertarik dengan apa yang namanya "berdagang" apakah itu bentuknya barang atau jasa, apakah itu langsung atau tidak langsung. Kami mencoba untuk "Out of the box" keluar dari hal2 yang selama ini banyak dijalankan oleh orang2 yang kami cintai dengan menghabiskan separuh hidupnya untuk bekerja susah payah. Tapi bukan berarti apa yang kami mau haruslah instant dan tidak bersusah payah. Kami hanya ingin "tidak lagi bekerja untuk uang" tapi biarkanlah "uang yang bekerja untuk kami". Dan inillah yang sedang kami perjuangkan sekarang.
Aku sebenarnya jarang sekali bisa bicara mengenai apa yang saya inginkan kelak, apa yang ingin saya capai beberapa tahun kedepan atau bahkan beberapa hari kedepan. Saya biasanya hanya memendam dalam hati dan mengatakannya kepada Tuhan setiap kali selesai Sholat dan setiap kali menjelang tidur. Tapi obrolan kami malam ini mungkin membuka cakrawala saya tentang bagaimana besarnya manfaat yang bisa kita ambil apabila mimpi itu tidak hanya dipendam saja. Tapi kita harus mengkomunikasikannya.
Mengkomunikasikan mimpi, mungkin kata2 itu menjadi bahan fikiran saya sesudah obrol2 kami malam kemarin. Tadinya saya kira dengan membicarakan mimpi kita pada orang lain, saya akan dikira orang yang suka mebual, banyak bicara bla..bla.. dan lain lain. Tapi setelah saya fikir2, fikiran negatif itu mungkin hanya muncul dari dalam diri saya sendiri sehingga menimbulkan Su'udzon pada orang lain. Kan belum tentu orang akan merespon negatif apa yang kita bicarakan. Justru jika dalam hati kita sudah berfikir negatif maka kenegatifan itu pula yang akan kita tularkan pada lawn bicara kita. Kenapa ya baru sekarang aku berfikir seperti itu. Huuuh telat banget he..he..
Tapi tentu tidak semua orang bisa kita ajak berkomunikasi tentang mimpi2 kita, milih2 juga kali ya pada siapa kita akan berbicara. Yang penting dari semuanya adalah bagaimana usaha kita sendiri untuk mewujudkan mimpi2 itu. Kalo cuma diam saja ya sama saja Boong. Bukankah Rezeki itu harus dijemput??
Aku tidak pernah berhenti bermimpi tentang segala hal...
Dari kecil sampai sekarang aku adalah sang pemimpi
Karena dengan mimpi aku bisa meraih hidup yang sebenarnya
Karena dengan mimpi aku begitu bersemangat untuk mencapai apa yang aku mau
Maka aku akan terus bermimpi sekuat mungkin...sesering mungkin...
Sekuat dan sesering aku berusaha untuk mewujudkan semua mimpi2 ini..Dengan mengkomunikasikan mimpi, tentu akan terbuka jalan kita untuk merealisasikan mimpi itu. Mungkin saja lawan bicara kita memang punya jalan untuk memuluskan mimpi itu. Contoh lah... saya selalu ingin buat webstore, tapi selama ini saya hanya bicara hal itu pada suami ( ya suami lagi suami lagi... he..he.. ). Mungkin jika saya membicarakan hal ini pada beberapa teman, mungkin mereka bisa membantu mewujudkan mimpi saya, mungkin saya bisa belajar pada teman yang memang sudah punya webstore dan ngasih tau gmana sih caranya bikin webstore. Atau mungkin juga ada temen yang punya home industry yang produknya bisa saya jual di webstore saya kelak.
Mengkomunikasikan mimpi, mungkin kata2 itu menjadi bahan fikiran saya sesudah obrol2 kami malam kemarin. Tadinya saya kira dengan membicarakan mimpi kita pada orang lain, saya akan dikira orang yang suka mebual, banyak bicara bla..bla.. dan lain lain. Tapi setelah saya fikir2, fikiran negatif itu mungkin hanya muncul dari dalam diri saya sendiri sehingga menimbulkan Su'udzon pada orang lain. Kan belum tentu orang akan merespon negatif apa yang kita bicarakan. Justru jika dalam hati kita sudah berfikir negatif maka kenegatifan itu pula yang akan kita tularkan pada lawn bicara kita. Kenapa ya baru sekarang aku berfikir seperti itu. Huuuh telat banget he..he..
Tapi tentu tidak semua orang bisa kita ajak berkomunikasi tentang mimpi2 kita, milih2 juga kali ya pada siapa kita akan berbicara. Yang penting dari semuanya adalah bagaimana usaha kita sendiri untuk mewujudkan mimpi2 itu. Kalo cuma diam saja ya sama saja Boong. Bukankah Rezeki itu harus dijemput??
Aku tidak pernah berhenti bermimpi tentang segala hal...
Dari kecil sampai sekarang aku adalah sang pemimpi
Karena dengan mimpi aku bisa meraih hidup yang sebenarnya
Karena dengan mimpi aku begitu bersemangat untuk mencapai apa yang aku mau
Maka aku akan terus bermimpi sekuat mungkin...sesering mungkin...
Sekuat dan sesering aku berusaha untuk mewujudkan semua mimpi2 ini..Dengan mengkomunikasikan mimpi, tentu akan terbuka jalan kita untuk merealisasikan mimpi itu. Mungkin saja lawan bicara kita memang punya jalan untuk memuluskan mimpi itu. Contoh lah... saya selalu ingin buat webstore, tapi selama ini saya hanya bicara hal itu pada suami ( ya suami lagi suami lagi... he..he.. ). Mungkin jika saya membicarakan hal ini pada beberapa teman, mungkin mereka bisa membantu mewujudkan mimpi saya, mungkin saya bisa belajar pada teman yang memang sudah punya webstore dan ngasih tau gmana sih caranya bikin webstore. Atau mungkin juga ada temen yang punya home industry yang produknya bisa saya jual di webstore saya kelak.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar