Photobucket

Senin, 22 Juni 2009

Falyakul Khoiron au liyashmuth!!!

Tidak sedikit orang yang menghabiskan banyak waktunya untuk merecoki kehidupan orang lain, menyidir, memandang dengan subjektif ( tentu saja ) bahwa kehidupan orang lain "buruk" menurut parameternya. Yang lebih mengherankan,mereka memasang label "karena kita sayang dan perhatian" di belakang semua cuap2 nya itu. Ambil saja sebuah contoh untuk parameternya adalah harta, yaaa karena itu yang paling sering menjadi bahan untuk direcoki. Apakah dengan melihat seseorang mempunyai harta lebih akan menjadi jaminan bahwa hidup kita akan bahagia dibuatnya, Sumpah!! sudah banyak bukti bahwa hal diatas adalah salah besar. Kekayaan bukan prioritas,bukan gambaran kebahagiaan hidup seseorang, meskipun tentu saja kita harus realistis, karena tak ada orang yang bahagia hanya dengan mengandalkan cinta.
Alangkah bahagianya dan bangganya sesuatu yang dimulai dari nol, benar2 dari nol... dan seiring berjalannya waktu,bertambahnya umur dan keriput di wajah kita, kita menyaksikan grafik kehidupan kita yang semakin menanjak, perkawinan yang insy.tambah bahagia, anak yang beranjak dewasa, pemikiran yang semakin bijak, kemampuan untuk selalu meminimalkan segala kekurangan, rumah yang tidak lagi ngontrak, tangan yang tidak lagi selalu berada di bawah dan kemajuan2 hidup lainnya yang membuat kita tidak putus untuk selalu bersyukur pada Yang Maha Memberikan Nikmat.
Karena itu untuk semua orang termasuk mungkin saya yang tentu tidak luput dari salah dan dosa, berhenti merecoki kehidupan orang lain, karena hidup yang dijalani belum tentu lebih baik dari hidupnya orang yang selalu dianggap belum baik menurut parameternya, menurut versinya.
Lebih baik terus berusaha untuk memperbaiki hidup yang sudah baik, lebih baik berbuat yang baik2 daripada membakar semua pahala2 kita dengan cara membicarakan kehidupan orang lain. Bersyukurlah selau dan terus belajar untuk menjadi manusia yang lebih bijaksana,arif dan tidak hanya memandang dunia dari gemerlapnya harta, karena harta suatu saat akan fana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar